Pages

Senin, 12 Desember 2011

Produk-Produk Perbankan Syariah

Perbankan Syariah merupakan sebuah sistem perbankan yang berkembang  karena semakin gencarnya kajian-kajian tentang ekonomi islam. Oleh karena itu perbankan syariah  memiliki landasan filosofis yaitu falsafah ekonomi syariah.  Falsafah ekonomi islam dapat digambarkan sebagai bangunan yang terdiri dari atap yang merupakan tujuan dari ekonomi islam. Pilar-pilar penyangga yang terdiri dari keadilan, keseimbangan dan kemaslahatan. Serta fondasi dasar yaitu kebersamaan universal, hukum muamalah, akhlak, serta ketuhanan yang maha esa. 



 Perbankan syariah memiliki satu tujuan besar yaitu kesuksesan yang hakiki dalam berekonomi berupa tercapainnya kesejahteraan yang mencakup kebahagiaan (spiritual) dan kemakmuran (material) pada tingkatan individu dan masyarakat. Tujuan tersebut disangga oleh tiga pilar ekonomi syariah yang terdiri dari: aktivitas ekonomi yang berkeadilan dengan menghindari eksploitasi berlebihan, spekulatif dan kesewenang-wenangan. Adanya keseimbangan aktivitas disektor riil-financial, pengelolaan risk return, aktivitas bisnis sosial, aspek spiritual material, dan asas manfaat kelestarian lingkungan. Orientasi pada kemaslahatan yang berarti melindungi kemaslahatan umat beragama, proses regenerasi, serta perlindungan keselamatan jiwa, harta dan akal. Tiga pilar tersebut berpijak pada empat fondasi ekonomi syariah yaitu: meletakkan tata hubungan bisnis dalam konteks kebersamaan universal untuk mencapai kesuksesan bersama. Kaidah-kaidah hukum muamalah dibidang ekonomi yang membimbing aktivitas ekonomi sehingga sesuai dengan syariah. Ahklak yang membimbing aktivitas ekonomi senantiasa mengedepankan kebaikan sebagai cara mencapai tujuan. Ketuhan yang maha Esa yang menimbulkan kesadaran bahwa setiap aktivitas manusia memiliki akuntabilitas ketuhanan sehingga menimbulkan intregritas yang sejalan dengan prinsip GCG.

Produk-produk Bank Syariah
Operasional bank syariah terdiri dari dua aktivitas utama yaitu kegiatan pengumpulan dana atau pendanaan (funding) dan kegiatan pembiayaan (financing). Pendanaan merupakan kegiatan bank dalam mendapatkan dana baik yang berasal dari pemilik, internal bank maupun dari masyarakat dalam bentuk mobilisasasi dana masyarakat atau dana pihak ketiga. Pembiayaan merupakan kegiatan bank dalam memanfaatkan dan menyalurkan dana masyarakat yang telah terkumpul kedalam sektor-sektor yang diperbolehkan menurut syariat islam. Selain kegiatan funding dan financing bank syariah juga melakukan kegiatan dalam lalu lintas pembayaran. Yaitu berperan sebagai perantara dalam transaksi-transaksi keuangan.
Pada dasarnya produk funding terdiri dari tiga macam yaitu tabungan, giro, serta deposito. Namun berbeda dengan bank umum/konvensional dalam produk bank syariah lazimnya didasarkan pada akad/prinsip mudharabah dan wadiah. Sementara itu untuk produk financing atau yang dikenal dengan pembiayaan ada cukup bayak  variasinya yaitu pembiayaan dengan skema mudharabah, murabahah,sewa/ijarah, musyarakah, ba’i as-salam, serta  bai’al-istisna. Dan untuk produk jasa skema-skema keunangan yang dterapkan seperti al-hawalah, al-kafalah, ar-rahn, dan al-qard.
A.  Produk- Produk Funding
1.   Tabungan
Tabungan adalah simpanan dari nasabah dengan tingkat keleluasaan penarikan dana tertentu berdasarkan syarat-syarat yang disepakati. Pada umumnya produk tabungan pada bank syariah menggunakan skema/akad wadiah dan mudharabah.
Tabungan yang menggunakan prinsip wadiah yad dhamanah dan mudharabah muttlaqah memungkinkan bank untuk mengelola dana. Perbedaanya hanya terletak pada imbalan yang diberikan. Untuk tabungan dengan prinsip wadiah yad dhamanah maka bank akan memberikan imbalan berupa bonus, sementara untuk tabungan dengan prinsip mudharabah mutlaqah maka imbalan yang diberikan berupa bagi hasil.
2.   Giro
Pengertian giro adalah simpanan yang dapat diambil kapan saja dengan menggunakan cek, bilyet giro, pemindahbukuan atau alat perintah pembayaran lain.  Sama halnya dengan tabungan, giro pada bank syariah juga menggunakan prinsip wadiah tetapi tidak menggunakan prinsip mudharabah. Dewan Syariah Nasional menetapkan bahwa giro wadiah tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberiaan yang bersifat suka rela dari pihak bank.
3.   Deposito
Deposito pada bank syariah lazimnya menggunakan akad mudharabah mutlaqah. Pengertian dari deposito dengan akad mudharabah mutlaqah sendiri adalah investasi tidak terikat pihak ketiga pada bank syariah yang penarikannya dapat dilakukan pada waktu tertentu dengan pembagian hasil sesuai dengan nisbah yang telah disepakati dimuka antara nasabah dengan bank syariah yang bersangkutan.

B.   Produk-Produk Financing
1.   Pembiayaan berdasarkan prinsip jual beli dengan marjin (murabahah)
Murabahah adalah transaksi jual beli dimana bank bertindak sebagai penjual sementara nasabah sebagai pembeli. Harga jual adalah harga beli bank dari pemasok ditambah keuntungan tertentu. Kedua pihak harus menyepakati harga jual dan jangka waktu pembayaran. Harga jual dicantumkan dalam akad jual beli dan jika telah disepakati tidak dapat berubah selama berlakunnya akad. Dalam perbankan, murabahah lazimnya dilakukan dengan cara penbayaran cicilan. Dalam transaksi ini barang diserahkan segera setelah akad sedangkan pembayaran dilakukan secara tangguh. Contohnya yaitu pembelian kendaraan bermotor.
2.   Pembiayaan dengan prinsip jual beli dengan pembayaran dilakukan dimuka (salam).
Salam adalah transaksi jual beli dimana barang yang diperjual belikan belum ada namun kuantitas, kualitas, harga dan waktu penyerahan barang harus ditentukan secara pasti. Bank membayar secara tunai kepada supplier dan barang diserahkan secara tangguh. Ketika barang telah diserahkan kepada bank, maka bank akan menjualnya kepada rekanan nasabah, atau kepada nasabah itu sendiri secara tunai atau cicilan.
3.   Pembiayaan berdasarkan prinsip jual beli dengan pesanan (Istishna).
Produk istishna menyerupai produk salam, namun dalam istishna pembayarannya dapat dilakukan oleh bank dalam beberapa kali (termin) pembayaran. Skema istishna dalam bank syariah umumnya diaplikasikan pada pembiayaan manufaktur dan konstruksi.
4.   Pembiayaan berdasarkan prinsip sewa (ijarah)
Transaksi ijarah adalah transaksi dimana bank menyewakan suatu obyek sewa kepada nasabah, dan atas manfaat yang diterima oleh nasabah atas penggunaan obyek sewa yang disewakan tersebut, bank memperoleh ongkos sewa. Pada akhir masa sewa, bank dapat mengalihkan barang yang disewakannya kepada nasabah. Karena itu dalam perbankan syariah dikenal ijarah muntahhiya bittamlik (sewa yang diikuti dengan berpindahnya kepemilikan). Harga sewa dan harga jual disepakati pada awal perjanjian.

5.   Kemitraan (Musyarakah)
Bentuk umum dari usaha bagi hasil adalah kemitraan (musyarakah). Transaksi musyarakah adalah semua bentuk usaha yang melibatkan dua pihak atau lebih dimana mereka secara bersama-sama memadukan seluruh bentuk sumber daya baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud. Secara spesifik bentuk kontribusi dari pihak yang bekerja sama dapat berupa dana, barang perdagangan (trading asset), kewiraswataan (enterpreneurship), kepandaiaan (skill), kepemilikan (property), peralatan (equipment), atau intangiable asset (seperti hak paten atau goodwil), kepercayaan atau reputasi (credit worthiness) dan barang-barang lainnya yang dapat dinilai dengan uang.
Penyertaan modal (mudharabah)
Mudhrabah adalah bentuk kerja sama antara dua atau lebih pihak dimana salah satu pihak mempercayakan sejumlah modal kepada pihak lain yang bertindak sebagai pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian pembagian keuntungan. Dalam mudhrabah tidak dipersyaratkan adanya wakil pemilik modal (shahibul maal) dalam manajemen proyek.

C.   Produk- produk jasa
1.   Pengambilan utang piutang (hawalah)
Hiwalah adalah transaksi pengalihan utang piutang. Bank mendapat ganti biaya atas jasa pemindahan utang piutang. Dalam praktek perbankan syariah, fasilitas hiwalah lazimnya untuk membantu supplier mendapatkan modal tunai agar dapat melanjutkan produksinya.
2.   Pelimpahan/ gadai (Rahn)
Pelimpahan atas suatu kekuasaan (barang) oleh nasabah kepada bank untuk mendapatkan sejumlah dana (uang) dan oleh karenanya bank berhak atas sejumlah imbalan.
3.   Pinjaman uang ( qardh)
Qard adalah pinjaman uang. Aplikasi qard dalam perbankan antara lain untuk pinjaman talangan haji, dimana nasabah talangan haji diberikan pinjaman talangan untuk memenuhi syarat penyetoran biaya perjalanan haji. Nasabah akan melunasinya sebelum keberangkatannya naik haji. Atas jasa bank memberikan dana talangan tersebut bank dapat memperoleh fee (ujrah).
4.   Perwakilan (wakalah)
Wakalah adalah pelimpahan kekuasaan (pekerjaan) dari nasabah kepada bank dan atas jasanya tersebut bank berhak meminta imbalan tertentu. Contoh: pembukaan L/C dan transfer uang.
5.   Penjaminan (kafalah)
Produk di perbankan syariah yang menggunakan skema kafalah adalah produk bank garansi. Dalam kafalah, terdapat pengalihan tanggung jawab nasabah kepada bank dan atas jasanya bank berhak meminta imbalan. Contoh: kafalah digunakan dalam produk kartu kredit syariah.
6.   Titipan (wadiah)
Konsep titipan untuk produk jasa pada umumnya menggunakan skema wadiah amanah dimana bank tidak boleh menggunakan harta yang dititipkan tersebut. Contoh aplikasi di perbankan yaitu save deposit box.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar